KUE NASTER PAPUA TERBUAT DARI SAGU RASANYA ENAK
Serpong, Posline.co
Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Papua Matheus P Khoibur menerangkan, kalau kita di Papua produk andalan komoditi perkebunan adalah sagu, ada bakau, dan kopi. Kemudian lagi ada sawit serta kelapa.
Dimana dalam hari ini turut hadir berpartisipasi dalam acara perkebunan Indonesia Expo (BUNEX ) ke 3 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Perkebunan Kementrian Pertanian Republik Indonesi di ICE BSD City Serpong pada tanggal 12-14 September 2014.
Pada pameran ini yang mengusung tema ”Pembangunan Perkebunan Berkelanjutan untuk Ketahanan Pangan dan Energi Menuju Indonesia Emas 2024″, di Serpong, Kamis 12/9/2024
Lebih lanjut Matheus, menjelaskan di Jayapura ada 4.000 UMKM yang aktif. Kemudian lagi kita datang ke pameran ini membawa produk olahan dari sagu itu ada sudah dalam bentuk kemasan yang Indah, bagus berbentuk kue naster yang enak sekali dan juga sudah di dalam bentuk kemasan.
Selanjutnya, kita punya Obsesi dengan kehadiran UMKM kita di Jayapura
dengan mempromosikan produk dari pada sagu yang ada bisa membuka peluang bagi pelaku usaha disini untuk bisa membangun berkolaborasi dengan membangun komunikasi, ungkapnya.
“Kita punya Obsesi dan berniat untuk berusaha seperti ini bisa membangun komunikasi, yang kedua adalah, kita punya produk sagu sehingga masyarakat lokal kita yang memproduksi dalam bentuk bahan bakunya barang. Mereka membeli produk yang mengolahnya menjadi turunan-turunan yang lain”, katanya.
Kepala dinas Matheus menjelaskan, hal ini merupakan salah satu UMKM yang kita datangkan. Hal ini ada juga yang masih dalam bentuk tepung, ada juga baru ada juga yang dalam konsumsi lokal disampaikan dengan adanya.
Hal ini bisa membuka peluang untuk usaha untuk bermitra dengan orang di Jakarta yang barangkali dia menjual dalam produk olahan yang turunan lain.
Namun di sini tetapi bahan bakunya kami siapkan dari Jayapura Provinsi Papua. Kita membantu membangun apa namanya bermitra dan membangun komunikasi dengan pihak di luar sini supaya mereka bisa memasarkan produk mereka kesini.
Kita juga melakukan pembinaan pembinaan yang sifatnya kemitraan kepada mereka, ucapnya.
Ditambahkan Matheus, keterbatasan di dalam membangun kemitraan tugas kita yang kedua. Fasilitas-fasilitas yang diberikan pemerintah dengan membangun, apa namanya kebutuhan dengan perbankan yang sifatnya stimulan saja kita dengan pemerintah.
Harapan ada kemitraan yang bisa membantu untuk membeli atau membuka link untuk pemasaran.
Harapan kedepan Dengan hadirnya UMKM kita bisa kembali ke Papua dapat mengkomunikasikan langsung publikasi kepada pelaku usaha khususnya yang satu ini supaya ke depan mereka juga bisa mencontoh dan memproduksi makanan kemasan sagu, paparnya. (Doli – R1-EMI/Posline.co)
