FUNGSIONARIS DPP GOLKAR ALFIAN : GOLKAR PERLU PEMIMPIN SEJALAN PRESIDEN KEDEPAN
Jakarta, Posline.co.
Hari ini Partai Golongan Karya (Golkar) menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) dan Musyawarah Nasional (Munas) ke-XI yang bertujuan untuk memilih ketua umum baru Partai Golkar. Acara ini berlangsung pada Selasa, 20-21 Agustus 2024.
Untuk itu Alfin memberikan komentar kepada media terkait dengan pemilihan ketua umum baru Partai Golkar. Menurut Alfin, figur seperti Gibran dan Presiden Jokowi merupakan sosok yang layak untuk dijadikan panutan dalam kepemimpinan Golkar.
Dimana kedepannya, Alfin berharap Golkar dapat memilih pemimpin yang sejalan dengan Presiden sehingga formasi partai tetap harmonis dengan pemerintahan.
Ditambahkan Alfin, komentarnya kepada media terkait dengan pemilihan ketua umum baru Partai Golkar. Figurnya seperti Gibran dan Presiden Jokowi merupakan sosok yang layak untuk dijadikan panutan dalam kepemimpinan Golkar.
“Gibran dan Jokowi adalah tokoh yang bisa membawa Golkar semakin harmonis dalam mengawal pembangunan dan pemerintahan ke depan,” ujarnya.
Ditegaskan Alfin, mengenai adanya perbedaan pendapat di internal partai, Alfin menganggap hal tersebut sebagai bagian dari dinamika politik yang wajar.
“Perbedaan pendapat adalah hal yang sah sebagai bentuk aspirasi politik kader,” tutur Alfin.
Maka itu Alfin juga menyoroti dukungan kuat yang diterima oleh Bahlil Lahadalia, yang telah mendapatkan dukungan dari lebih dari 400 DPD II. Dengan dukungan sebesar itu, Alfin melihat kecil kemungkinan bagi calon lain untuk maju.
“Secara mekanisme, kata Alfin, Bahlil sudah didukung lebih dari 400 DPD II, jadi hampir tidak ada yang bisa ikut dalam pencalonan lagi,” tegasnya.
Untuk ke depannya, sambung Alfin berharap Golkar dapat memilih pemimpin yang sejalan dengan Presiden, sehingga formasi partai tetap harmonis dengan pemerintahan.
“Jadi tinggal bagaimana Golkar ke depan ini memiliki formasi yang sejalan dengan Presiden,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya mematuhi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) dalam proses pemilihan ketua umum.
“Jika ada calon lain yang memenuhi syarat AD/ART untuk mendapatkan dukungan sekitar 30% tentu panitia akan membuka ruang bagi mereka.
Namun, hingga pada saat ini, belum ada calon yang memenuhi syarat dukungan sebesar 30% tersebut,” pungkas Alfin. (Doli – Emi/Posline.co)
