
Jakarta, Posline.co
Dikesehatan untuk tahun 2024 ini sampai seterusnya kesehatan seluruh Indonesia untuk mau lanjutkan kesehatan emas ini. Kami peserta raker ini sangat luar biasa.
Hal itu terjadi di Jakarta sama dengan Papua sebenarnya itu tujuan Menteri dan Presiden seperti itu tetapi kami di Papua sedikit ada khusus untuk kesehatan karena sering terjadi kelambatan karena masalah yang terjadi di Papua itu masalahnya satu adalah sumber daya manusia (SDM) ketenagaan terbatas kami terutama daerah terpencil.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Membran Tengah ( Papua Pegunungan )Lotus Doga SKM, sulitnya transportasi di Papua Pegunungan begitu juga dengan sumber daya manusianya karena tujuan pemerintah Presiden mau merubah dibidang kesehatan ini.
Semua kesehatan sama ratakan dengan keadaan di Jakarta tetapi kami di Papua dalam waktu dekat tidak mungkin karena kekurangan- kekurangan seperti transportasi, SDM dan fasilitas teknologi kesehatan, ungkapnya.
Sambungnya lagi, kata Lotus Doga, namun harapan dari kami Papua supaya kedepan pemerintah pusat bisa dekat dengan SDM nya begitu juga fasilitas operasionalnya supaya bisa sama dengan Jakarta untuk itu harus diperhatikan Papua Pegunungan.
Adapun tujuan program pemerintah Jakarta ini kedepan Papua sama dengan Jakarta, ungkapnya. Lanjutnya lagi, kalau Menterinya masih ini masih lanjut tapi kami harap program-program negeri ini kedepan Papua ada perubahan besar itu harapan kami dari Papua, ucapnya.
Dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Membran Tengah Lotus Doga, Provinsi Papua Pegunungan ada 9 Kabupaten yaitu Kabupaten Jaya Wijaya, Kabupaten Toli Kara, Kabupaten Duga, Kabupaten Lani Jaya, Kabupaten Dialimo, Kabupaten Limo dan Kabupaten Mambran Tengah (Papua Pegunungan).
“Kami rata-rata di Papua Pegunungan khususnya kalau dipuskesmas dokter sebenarnya 9 jenis tenaga itu harus ada tetapi kami di Papua cukup 1 puskesmas 1dokter kecuali kalau dirumahsakit baru ada beberapa Puskesmas.
Ditiap Kabupaten ada puskesmas sesuai jumlah distrik danjumlah puskesmas. Ada distrik tapi belum ada puskesmas seperti begitu-begitu saja dari kementerian kesehatan hal ini harus diperhatikan.
Rata-rata perawat dipuskesmas ada 1 orang atau 2 orang begitu juga bidan ada 1 orang 1orang. Malah ada yang tidak sama sekali ada dokternya. Disamping itu juga perawat bisa tanganni pasien dan juga bisa tanganni kelahiran”, paparnya usai ditemui posline pada acara Rapat Kerja Kesehatan Nasional 2024 menuju Transformasi Kesehatan Melesat Menuju Indonesia Emas yang diselenggarakan di ICE BSD, Serpong, Banten, Jawa Barat, Kamis (25/4). ( Doli / R 1- Emi/Posline.co )
