Skip to main content

Video Panas Pegawai Honorer Cantik Dikirim ke Keluarga Calon Mempelai Pria, Ini Fakta Terbarunya

Video PANAS pegawai honorer cantik di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) ternyata dikirim ke keluarga calon mempelai pria.

Fakta terbaru dari kasus ini akhirnya mengungkap kebejatan pelaku yang telah menipu dan mempermalukan korban.

Seperti diberitakan, pegawai honorer di Sekretariat Dewan (Sekwan) DPRD Sulawesi Barat berinial A (23) melaporkan WA (32), pegawai honorer di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulbar ke polisi.

WA adalah mantan kekasih A yang sakit hati setelah A memutuskan menikahi pria lain.

WA kemudian menyebarkan foto dan video mesum hubungan badan dirinya dengan A sewaktu masih  berpacaran, termasuk ke keluarga calon mempelai pria yang akan menikahi A.

Berikut fakta-fakta  terkait kasus penyebaran konten asusila oleh WA dilansir dari Tribun-Timur.com (grup Surya.co.id):

1. Motif: Sakit Hati

WA melakukan hal tersebut sebagai bentuk rasa sakit hatinya.

Pasalnya WA kini telah ditinggalkan A untuk menikah dengan pria lain.

WA beberapa kali meminta kekasihnya untuk tak menerima lamaran pria lain.

Namun pihak keluarga A masih tetap melanjutkannya.

WA pun keluarkan jurus 'pamungkas' untuk membalas perlakuan A pada dirinya.

Baca juga : Guru Honorer Non-kategori Minta Diangkat PNS Pakai Keppres, Nih Jumlahnya

2. Direkam Diam-diam

Selama berpacaran, WA dan A telah melakukan hubungan suami istri.

Namun ternyata hal ini direkam oleh WA.

Dan ternyata ini bertujuan untuk dijadikan senjata.

Benar saja, WA menjadikan video rekaman tersebut untuk mempermalukan A.

3. Korban dan Pelaku Sama-sama Tenaga Kontrak Dinas Pemerintah

Masih dikutip dari Tribun-Timur.com, ternyata WA merupakan pegawai tenaga kontrak di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulbar.
Sementara A merupakan tenaga kontrak di Sekwan DPRD Sulbar.

4. Cinta Terlarang

WA dan A ternyata sudah menjalin hubungan asmara sejak 4 tahun lalu.

Namun ternyata mereka menjalin cinta terlarang.

Pasalnya, WA sudah memiliki keluarga.

Hal tersebut terungkap setelah A dan WA sudah berpacaran selama satu tahun.

A masih bertahan lantaran janji manis WA.

"Pelaku pernah menjanji korban untuk menceraikan istrinya, sehingga hubungan terus berlanjut,"kata Kanit II Tipidter Satreskrim Polresta Mamuju, Ipda Japaruddin.

Baca juga: Perpres PPPK Harus Segera Diterbitkan
5. Sempat Dikirim ke Anggota Keluarga untuk Ancaman

Selama empat tahun merajut kasih, A dan WA telah banyak melakukan hubungan layaknya suami istri.

Pelaku sangat keberatan saat tahu A akan segera menikah.

Pelaku lantas mengancam akan sebarkan video porno mereka.

Bahkan ada salah satu keluarga calon suami korban di Kaltim, juga dikirimi screenshot video via messenger.

"Dia sampaikan ke A, bahwa saya punya video sama A. Kalau pernikahan tidak dibatalkan akan saya sebarkan videonya,"ungkap Japar.

6. Ada 13 Video

Ipda Japaruddin menjelaskan jika dari ponsel pelaku, polisi temukan 13 konten video dan beberapa foto asusila.

"Mereka biasa video call lalu di screenshot, kemudian ada adegan langsung. Untuk TKP banyak, ada di rumah laki-laki, rumah tante laki-laki, dan rumah korban sendiri.

Bahkan sudah tidak bisa mengingat semua dimana saja karena sakin seringnya dilakukan,"pungkasnya.

7. Nasib Video dan Pelaku

Saat ini Kapolresta Mamuju, Kombes Pol Minarto mengatakan, pihaknya sudah mengirim video panas tersebut ke labfor Makassar untuk melihat konten videonya

"Kami rencana libatkan tiga ahli dari Kementerian Agama. Kemungkinan diarahkan ke MUI untuk melihat unsur asusila,"kata Kombes Minarto kepada wartawan di Mapolres.

Rencananya juga akan koordinasi dengan Kementerian Kominfo, untuk mengetahui transaksi atau proses transpor video dan gambar dari ponsel pelaku ke saksi-saksi.

Sementara WA kini dijerat Undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), dengan ancaman di atas lima tahun penjara.

Selain itu, nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara. (*)

Adss Policy: Mohon maaf atas iklan yang tayang di blog ini jika tidak berkenaan, karena itu di luar dari tanggung jawab publiser.
Buka Komentar
Tutup Komentar